Saat
ini bertepatan dengan enam tahun berlalunya cerita cintaku. Pandangan pertama
yang aku tujukan untukmu memang sangat tepat. Bukti nya sampai saat ini aku
masih teringat pada dirimu yang sudah sangat jauh dari kotaku. Kota yang dulu
nya kita tinggali bersama kini sudah menjadi cerita indah bagi dirimu. Kau yang
masih terasa begitu dekat dengan ragaku. Entah kenapa aku masih sangat
mengingat saat-saat indah hubungan yang telah kita lalui bersama. Terkadang
terlintas dibenakku betapa bodohnya aku yang telah menyia-nyiakanmu dulu. Kau
yang begitu mencintaiku
dengan sifat lembutmu kepadaku. Ya, mungkin karena umurku belum cukup untuk berpikir dewasa pada saat itu. Aku yang terlalu pemilih. Aku yang selalu mengesampingkan dirimu. Masih teringat jelas ucapanmu padaku pada saat itu, “kak, makasih telah memilih aku. Aku akan selalu menjaga cintamu”. Seolah semua perkataanmu waktu itu baru kau ucapkan pada saat aku telah mengerti cinta seperti sekarang. Oh, bodohnya aku telah mengabaikan wanita sepertimu yang begitu mencintaiku. Andai saja waktu bisa diputar kembali, aku ingin membalas kalimat itu dengan “ya, aku juga akan sangat mencintaimu :’)”. Pertemuan yang singkat bagiku pada waktu itu, membuatku mengetahui bahwa memang benar adanya sosok wanita yang tulus, yang telah menitipkan harapan kepada pujaan hatinya.
dengan sifat lembutmu kepadaku. Ya, mungkin karena umurku belum cukup untuk berpikir dewasa pada saat itu. Aku yang terlalu pemilih. Aku yang selalu mengesampingkan dirimu. Masih teringat jelas ucapanmu padaku pada saat itu, “kak, makasih telah memilih aku. Aku akan selalu menjaga cintamu”. Seolah semua perkataanmu waktu itu baru kau ucapkan pada saat aku telah mengerti cinta seperti sekarang. Oh, bodohnya aku telah mengabaikan wanita sepertimu yang begitu mencintaiku. Andai saja waktu bisa diputar kembali, aku ingin membalas kalimat itu dengan “ya, aku juga akan sangat mencintaimu :’)”. Pertemuan yang singkat bagiku pada waktu itu, membuatku mengetahui bahwa memang benar adanya sosok wanita yang tulus, yang telah menitipkan harapan kepada pujaan hatinya.
Tetapi
waktu telah banyak merubah keadaan. Aku yang dulu kau cinta, kini tiada arti
apa-apa bagimu. Mungkin inilah nyang dinamakan “cinta datang terlambat”. Disaat
kau tidak lagi mencintaiku seperti dulu pada saat yang bersamaan baru muncul
perasaanku padamu. Mungkin memang aku cinta padamu, dan aku juga menyesali
karena cinta bersemi disaat yang tidak tepat. Dan masih sangat jelas di ingatan
saat-saat kita bersama dulu. Penuh cinta penuh canda dan tawa. Walaupun
setelahnya aku yang bodoh lebih memilih yang lain yang tidak seperti dirimu.
Jujur, aku sangat menyesalinya sayang. Bahkan sampai saat ini aku selalu
mencari wanita seperti dirimu, kau idaman hatiku. Bodohnya aku yang telah mengabaikanmu
dulu. Aku ingin sekali kembali diwaktu itu disaat kau masih sangat mencintaiku.
Aku ingin membalas kata cinta yang kau berikan padaku dulu. Namun sekarang aku
menyadari kesalahanku dulu. Memang sudah sewajarnya aku menerima perlakuan
buruk darimu saat ini. Untuk berhubunganmu saat ini terasa sulit sekali. Hanya
untuk menanyakan kabarmu sekarang pun aku bagaikan menyapa orang yang tidak
pernah kenal denganku.
Ntah
kenapa tiba-tiba aku mengingat dirimu,
aku mengingat kisah cinta kita dulu. Sepertinya saat ini aku benar-benar
terjebak masa lalu, walaupun hanya sebentar dan sementara tetapi aku sangat
menikmati perasaanku padamu saat ini. Aku tidak mau membuang-bung perasaan ini
begitu saja. Lebih baik aku tuliskan persaanku padamu saat ini. Agar suatu saat
nanti kau tau aku juga pernah mencintai sebaik dirimu dulu. Meski engkau begitu
benci pada ku saat ini, tak pernah terlintas dalam benakku aku ingin
membencimu. Semakin kau membenciku, semakin aku mencintaimu. Inikah karma yang
banyak orang katakan. Aku sangat merasakan sekali mencintai orang yang tidak
mencintaiku, cinta yang terasa begitu sia-sia namun begitu terasa. Kau cinta
lama ku, yang masih terus aku ingat hingga saat ini. Kepada Tuhan aku meminta
agar kita dapat dipertemukan kembali walau hanya sementara. Aku ingin melihat
bagaimana keadaanmu sekarang yang sudah sangat tegar tanpa diriku. Banyak
lelaki lain yang telah menggantikan posisiku dulu. Aku diam-diam mengingat dan
menyebut namamu dalam benakku. Oh sakitnya,
mencintai orang sepertimu sekarang. Kau begitu berubah, tidak seperti
yang aku kenal dulu.
Dari
pria yang pernah di sisimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar