Senin, 16 Mei 2016

Cinta Lama


Saat ini bertepatan dengan enam tahun berlalunya cerita cintaku. Pandangan pertama yang aku tujukan untukmu memang sangat tepat. Bukti nya sampai saat ini aku masih teringat pada dirimu yang sudah sangat jauh dari kotaku. Kota yang dulu nya kita tinggali bersama kini sudah menjadi cerita indah bagi dirimu. Kau yang masih terasa begitu dekat dengan ragaku. Entah kenapa aku masih sangat mengingat saat-saat indah hubungan yang telah kita lalui bersama. Terkadang terlintas dibenakku betapa bodohnya aku yang telah menyia-nyiakanmu dulu. Kau yang begitu mencintaiku
dengan sifat lembutmu kepadaku. Ya,  mungkin karena umurku belum cukup untuk berpikir dewasa pada saat itu. Aku yang terlalu pemilih. Aku yang selalu mengesampingkan dirimu. Masih teringat jelas ucapanmu padaku pada saat itu, “kak, makasih telah memilih aku. Aku akan selalu menjaga cintamu”.  Seolah semua perkataanmu waktu itu baru kau ucapkan pada saat aku telah mengerti cinta seperti sekarang. Oh, bodohnya aku telah mengabaikan wanita sepertimu yang begitu mencintaiku. Andai saja waktu bisa diputar kembali, aku ingin membalas kalimat itu dengan “ya, aku juga akan sangat mencintaimu :’)”.  Pertemuan yang singkat bagiku pada waktu itu, membuatku mengetahui bahwa memang benar adanya sosok wanita yang tulus, yang telah menitipkan harapan kepada pujaan hatinya.

Tetapi waktu telah banyak merubah keadaan. Aku yang dulu kau cinta, kini tiada arti apa-apa bagimu. Mungkin inilah nyang dinamakan “cinta datang terlambat”. Disaat kau tidak lagi mencintaiku seperti dulu pada saat yang bersamaan baru muncul perasaanku padamu. Mungkin memang aku cinta padamu, dan aku juga menyesali karena cinta bersemi disaat yang tidak tepat. Dan masih sangat jelas di ingatan saat-saat kita bersama dulu. Penuh cinta penuh canda dan tawa. Walaupun setelahnya aku yang bodoh lebih memilih yang lain yang tidak seperti dirimu. Jujur, aku sangat menyesalinya sayang. Bahkan sampai saat ini aku selalu mencari wanita seperti dirimu, kau idaman hatiku. Bodohnya aku yang telah mengabaikanmu dulu. Aku ingin sekali kembali diwaktu itu disaat kau masih sangat mencintaiku. Aku ingin membalas kata cinta yang kau berikan padaku dulu. Namun sekarang aku menyadari kesalahanku dulu. Memang sudah sewajarnya aku menerima perlakuan buruk darimu saat ini. Untuk berhubunganmu saat ini terasa sulit sekali. Hanya untuk menanyakan kabarmu sekarang pun aku bagaikan menyapa orang yang tidak pernah kenal denganku.

Ntah kenapa tiba-tiba aku mengingat dirimu,  aku mengingat kisah cinta kita dulu. Sepertinya saat ini aku benar-benar terjebak masa lalu, walaupun hanya sebentar dan sementara tetapi aku sangat menikmati perasaanku padamu saat ini. Aku tidak mau membuang-bung perasaan ini begitu saja. Lebih baik aku tuliskan persaanku padamu saat ini. Agar suatu saat nanti kau tau aku juga pernah mencintai sebaik dirimu dulu. Meski engkau begitu benci pada ku saat ini, tak pernah terlintas dalam benakku aku ingin membencimu. Semakin kau membenciku, semakin aku mencintaimu. Inikah karma yang banyak orang katakan. Aku sangat merasakan sekali mencintai orang yang tidak mencintaiku, cinta yang terasa begitu sia-sia namun begitu terasa. Kau cinta lama ku, yang masih terus aku ingat hingga saat ini. Kepada Tuhan aku meminta agar kita dapat dipertemukan kembali walau hanya sementara. Aku ingin melihat bagaimana keadaanmu sekarang yang sudah sangat tegar tanpa diriku. Banyak lelaki lain yang telah menggantikan posisiku dulu. Aku diam-diam mengingat dan menyebut namamu dalam benakku. Oh sakitnya,  mencintai orang sepertimu sekarang. Kau begitu berubah, tidak seperti yang aku kenal dulu.
Dari pria yang pernah di sisimu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar